Fatih Tekke memang baru saja merasakan malam yang pahit. Trabzonspor dihabisi Ferencvaros 4-0 di Hongaria, dan tersingkir dari play-off Liga Europa dengan agregat 0-5. Kekalahan telak itu jelas menyakitkan, apalagi tim asal Turki ini sempat didatangkan nama sebesar Mohamed Salah pada musim panas ini. Tekke pun mengambil keputusan dramatis: menyerahkan surat pengunduran diri.

Namun, keesokan harinya, Jumat (28/8/2026), manajemen klub justru menolak pengunduran diri pelatih berusia 48 tahun tersebut. Mereka menilai keputusan Tekke lahir dari "dampak emosional yang intens" akibat kegagalan di Eropa. Sebuah sikap yang menunjukkan bahwa klub masih percaya penuh pada sang pelatih, yang musim lalu berhasil membawa Trabzonspor finis di peringkat ketiga Liga Super Turki.

Menariknya, salah satu bintang anyar mereka, Mohamed Salah, justru tampil menenangkan suasana. Melalui akun media sosialnya, pemain asal Mesir itu menulis bahwa kekalahan dari Ferencvaros adalah kekecewaan, tetapi ia yakin Trabzonspor "akan memberikan yang terbaik". "Tidak ada yang mudah dalam karier saya. Malam buruk dan kekecewaan adalah bagian dari sepak bola, dan saya belajar mengubahnya menjadi motivasi dan trofi," tulis Salah.

Salah menegaskan bahwa dirinya adalah bagian dari proyek besar di klub ini. "Trabzonspor adalah klub saya, dan saya bagian dari proyek ini, sepenuh hati. Malam kemarin tidak akan mengubah itu. Saya datang ke sini untuk menang, dan itu bukan sekadar slogan," tambahnya. Pernyataan ini tentu menjadi angin segar bagi para pendukung yang khawatir dengan masa depan tim.

Dengan kegagalan di Liga Europa, Trabzonspor harus puas berlaga di Liga Conference Eropa musim ini. Mereka akan berhadapan dengan sejumlah lawan menarik, termasuk tim asal Skotlandia, Hearts. Meski begitu, skuad asuhan Fatih Tekke sebenarnya sudah diperkuat sejumlah pemain berpengalaman. Selain Salah, ada Fabinho yang pernah menjuarai Premier League bersama Liverpool, serta Andre Onana yang kembali dipinjam dari Manchester United.

Salah sendiri baru mencetak dua gol pertamanya untuk Trabzonspor dalam kemenangan 2-1 atas Istanbul Basaksehir pekan lalu. Gol-gol itu menjadi penanda bahwa pemain berusia 34 tahun ini mulai menemukan ritmenya. Meski baru bergabung setelah mengakhiri kontraknya dengan Liverpool musim lalu, ekspektasi tinggi tentu melekat padanya.

Keputusan klub menolak pengunduran diri Tekke jelas menjadi sinyal bahwa mereka ingin membangun stabilitas. Dengan Liga Conference yang menanti, peluang untuk meraih trofi Eropa tetap terbuka. Tentu, semua mata akan tertuju pada bagaimana Tekke dan skuadnya bangkit dari keterpurukan ini.