Badai kontroversi yang menyeret bintang Real Madrid, Kylian Mbappe, akibat komentar kontroversial soal Mao Zedong membuat petinggi sepak bola Spanyol harus turun tangan langsung. Presiden LaLiga, Javier Tebas, dilaporkan telah melakukan pertemuan khusus dengan Duta Besar China untuk Spanyol, Yao Jing. Pertemuan darurat ini digelar demi meredam ketegangan serta mencari solusi konkret guna memperbaiki hubungan yang merenggang antara kompetisi sepak bola Spanyol dan publik Tiongkok.

Masalah ini bermula ketika sang penyerang tim nasional Prancis melontarkan komentar terkait sebuah meme yang membandingkannya dengan Mao Zedong, pendiri Republik Rakyat Tiongkok. Guyonan yang dianggap tidak pantas tersebut langsung memicu reaksi keras di Asia. Dilansir dari ESPN FC, stasiun televisi nasional China, CCTV, bahkan langsung mengambil tindakan tegas dengan menangguhkan siaran malam pertandingan LaLiga serta seluruh laga yang melibatkan klub maupun sang pemain bintang.

Dampak dari insiden ini tidak hanya berhenti di layar kaca, melainkan berimbas langsung pada aspek komersial sang pemain. Sedidaknya tiga perusahaan besar di Tiongkok langsung memutus kerja sama dan kontrak sponsor dengan eks penyerang Paris Saint-Germain tersebut. Tekanan yang masif ini membuat sang pemain akhirnya melayangkan permintaan maaf terbuka kepada publik Tiongkok melalui akun media sosial pribadinya, mengakui bahwa komentarnya kala itu adalah sebuah kesalahan besar.

Klub raksasa ibu kota Spanyol juga tidak tinggal diam menghadapi krisis reputasi ini. Sebagai pihak yang memegang persentase hak citra sang pemain, manajemen Los Blancos secara resmi merilis pernyataan penyesalan dan permohonan maaf kepada masyarakat Tiongkok. Klub menegaskan bahwa mereka memiliki rasa hormat yang sangat mendalam terhadap sejarah, kebudayaan, serta jutaan pendukung setia yang selalu memberikan dukungan luar biasa di wilayah tersebut.

Dalam cuitannya di media sosial selepas pertemuan, Javier Tebas menegaskan komitmen kuat LaLiga dalam menjaga kemitraan strategis yang telah lama terjalin dengan berbagai otoritas serta pebisnis di Tiongkok. Sebagaimana diketahui, kompetisi papan atas Spanyol tersebut memiliki sejumlah ikatan kerja sama penting, termasuk kesepakatan strategis jangka panjang hingga tahun 2029 mendatang. Tebas sangat berharap insiden tunggal ini tidak sampai merusak fondasi kerja sama yang sudah dibangun bertahun-tahun lamanya.

Hubungan bilateral antara sepak bola Spanyol dan Tiongkok mencakup berbagai aspek pengembangan usia dini, pertukaran keahlian, hingga hak siar melalui China Media Group. Pihak LaLiga berharap langkah diplomasi yang dilakukan ini dapat segera memulihkan kepercayaan publik Asia, sehingga jutaan suporter di sana bisa kembali menikmati jalannya kompetisi tanpa ada bayang-bayang ketegangan politik maupun sosial.