Prestasi gemilang kembali diukir oleh dunia olahraga Indonesia melalui cabang panjat tebing internasional. Sebanyak tiga atlet andalan Merah Putih sukses mengamankan posisi terhormat di jajaran tiga besar ranking dunia berkat akumulasi poin konsisten sepanjang rangkaian kejuaraan internasional 2026 yang digelar oleh World Climbing.

Pelatih kepala timnas panjat tebing Indonesia, Galar Pandu Asmoro, mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian luar biasa ini. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan buah manis dari kerja keras kolektif yang melibatkan jajaran pengurus, tim pelatih, manajemen, para atlet, hingga seluruh pemangku kepentingan yang terus memberikan dukungan penuh.

Sorotan utama tertuju pada aksi impresif Putra Tri Ramadani yang akrab disapa Srondeng. Ia sukses merangsek ke peringkat kedua dunia kategori lead putra dengan mengantongi 3.370 poin, membuntuti wakil Jepang Neo Suzuki di puncak dan mengungguli atlet Spanyol Alberto Gines Lopez di posisi ketiga.

Tidak mau kalah dari sektor putra, Desak Made Rita Kusuma Dewi juga mengamankan peringkat kedua dunia untuk kategori speed putri lewat koleksi 3.370 poin. Srikandi asal Bali ini berdiri kukuh di bawah atlet Amerika Serikat Emma Hunt serta berada di atas wakil Ukraina Polina Khalkevych.

Sementara itu, satu tiket podium dunia lainnya dipersembahkan oleh Antasyafi Robby Al Hilmi yang menduduki peringkat ketiga dunia speed putra dengan raihan 3.426 poin. Meski demikian, tim pelatih langsung memasang kuda-kuda baru karena tantangan yang jauh lebih berat sudah menanti di depan mata.

Fokus utama skuad Garuda kini beralih pada misi besar menyongsong kalender kompetisi tahun 2027 mendatang. Galar menegaskan bahwa pekerjaan rumah terbesar timnya adalah mengamankan tiket kelolosan atlet Indonesia menuju Olimpiade Los Angeles 2028.