Sejak kecil di Merseyside, Anthony Gordon selalu memimpikan hari di mana ia bisa mengenakan balutan seragam kebesaran Blaugrana. Keyakinan itu tidak pernah luntur, bahkan ketika ia harus melewati jalan terjal di Liga Inggris mulai dari berjuang dari zona degradasi bersama Everton, masa peminjaman ke Preston North End, hingga pasang surut performa di bawah panji Newcastle United. Kini, kepindahan senilai sekitar Rp1,3 Triliun ke Spanyol terbayar lunas. Winger asal Inggris tersebut langsung nyetel di Camp Nou, menjadi pilar penting lini serang asuhan pelatih Hansi Flick, dan membungkam keraguan publik Inggris yang sempat mempertanyakan kapasitas kecerdasan taktik bermainnya.
Dilansir dari ESPN FC, keputusannya meninggalkan Premier League didasari oleh kerinduannya untuk menemukan sistem yang benar-benar bisa mengeksploitasi atribut terbaiknya secara maksimal. Selama berkarier di Inggris, karakteristik permainannya kerap dianggap sebagai 'artis lapangan' di tengah dominasi sepak bola fisik. Rekan seprofesinya, termasuk mantan bek Burnley Maxime Esteve, mengakui betapa merepotkannya menghadapi kecepatan dan kemampuan satu lawan satu milik sang pemain. Keberaniannya dalam membongkar lini pertahanan lawan akhirnya menarik perhatian raksasa Catalan untuk bergerak cepat mengamankannya di bursa transfer musim panas lalu.
Di bawah arahan Hansi Flick, peran Gordon sangat krusial dalam menjaga intensitas pressing lini depan yang menjadi filosofi utama tim. Direktur olahraga Barcelona, Deco, menilai bahwa kehadiran pemain bernomor punggung tajam ini mampu mengembalikan energi tim yang sempat hilang. Meskipun sempat dikaitkan dengan opsi lain seperti Marcus Rashford, manajemen memilih investasi jangka panjang pada Gordon karena etos kerjanya yang tidak mementingkan diri sendiri. Karakter selfless ini membuatnya menjadi pelengkap sempurna bagi ketajaman lini serang lainnya di lapangan.
Perjalanan kariernya tidak hanya bersinar di level klub, melainkan juga menapaki babak baru bersama Timnas Inggris di panggung internasional. Pengalaman berharga di Piala Dunia memberikan kematangan mental tersendiri setelah sempat merasakan kekecewaan pahit di laga krusial. Pelatih tim nasional memuji perkembangan mentalitasnya yang kini jauh lebih tenang dan penuh keyakinan diri. Konsistensi penampilan tersebut mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pemain utama di sisi kiri penyerangan tim asuhan Thomas Tuchel, yang terus memantau ketat grafik menanjak sang winger.
Adaptasi kilat di Catalunya juga tercermin dari bagaimana para suporter langsung menerimanya dengan antusiasme tinggi di tribun stadion. Chant khusus dan sapaan akrab telah menggema menyambut kontribusinya di atas lapangan hijau. Meski dirinya menilai performa awalnya berada di angka 7,5 dari 10 dan masih perlu meningkatkan jumlah gol serta assist, potensi ledakan performa lanjutan tinggal menunggu waktu. Tantangan berikutnya menanti di laga-laga akbar domestik maupun Eropa, di mana ia bertekad membuktikan bahwa dirinya memang diciptakan untuk panggung sepak bola tertinggi.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang