Badai hasil negatif belum mau pergi dari Udinese setelah mereka harus pulang dengan tangan hampa dari markas Torino. Dalam lanjutan Serie A yang sengit, pelatih kepala Kosta Runjaic dengan kesatria menanggung penuh beban tanggung jawab atas kekalahan tipis 1-2 yang diderita anak asuhnya akhir pekan ini.

Hasil pahit tersebut sekaligus memperpanjang tren minor Bianconeri yang kini tercatat sudah menelan empat kekalahan beruntun di liga. Pertandingan berjalan ketat sejak menit awal ketika tuan rumah sempat unggul lebih dulu lewat gol Daniel Braganca, sebelum gelandang kreatif Jurgen Ekkelenkamp sukses menyamakan kedudukan bagi tim tamu jelang turun minum.

Memasuki paruh kedua, petaka kembali datang menghampiri lini pertahanan tim tamu. Kesalahan komunikasi fatal yang melibatkan penjaga gawang Maduka Okoye dimanfaatkan dengan sempurna oleh pemain pengganti lawan, Sandro Kulenovic, untuk mencetak gol kemenangan di pertengahan babak kedua dan membakar semangat publik tuan rumah.

Dilansir dari Football Italia, Kosta Runjaic secara terbuka membandingkan insiden blunder fatal ini dengan kejadian serupa saat timnya takluk di tangan Cagliari sebelum jeda internasional. Sang pelatih menyebut bahwa masalah utama timnya berakar dari kurangnya komunikasi serta buruknya persepsi di lapangan yang langsung dihukum oleh lawan.

Kendati tengah berada dalam periode paling sulit musim ini, juru taktik asal Jerman tersebut tetap mencoba melihat secercah harapan dari kembalinya beberapa pilar penting. Penampilan positif dari Oumar Solet serta aksi gemilang Ekkelenkamp di lini tengah dinilai sebagai modal berharga untuk segera bangkit dari keterpurukan.