Virgil van Dijk memberikan pujian kepada dua rekrutan anyar Liverpool, Jérémy Jacquet dan Ronald Araújo, usai keduanya tampil impresif saat melawan Como di laga pramusim terakhir. Namun, kapten The Reds itu juga mengingatkan bahwa membangun kemitraan solid di lini belakang tidak bisa instan.

Dalam laga yang berlangsung Minggu sore tersebut, Liverpool menang 2-0 atas Como. Jacquet, yang baru pulih dari cedera bahu yang dideritanya sejak Februari lalu, mencetak gol kedua The Reds dan langsung mencuri perhatian. Sementara Araújo, yang bergabung dengan status pinjaman dari Barcelona pekan lalu, menggantikan Jacquet di babak kedua.

"Saya pikir [Jacquet] tampil baik, sama seperti Ronald. Ini adalah awal yang bagus, semoga dia bisa terus berkembang. [Membangun hubungan] itu dengan bermain. Saya tidak bilang itu satu-satunya cara, tapi pertandingan sangat berbeda dengan latihan," ujar Van Dijk setelah pertandingan. "Bahasa Inggris Jeremy, menurut saya, sedikit lebih baik daripada Ronald. Tapi pada akhirnya kami semua pemain bagus. Kami bisa melihat dan merasakan momen-momen bagaimana bertahan dalam situasi tertentu."

Van Dijk menambahkan bahwa butuh waktu untuk membangun koneksi di lini belakang. "Sudah jelas bahwa kamu perlu membentuk koneksi bersama dan itu butuh waktu. Menurut saya itu normal, tapi semoga kami bisa mewujudkannya secepat mungkin. Seperti yang saya bilang, [Jacquet] tampil baik. Dia sedikit kelelahan, tapi itu normal saat memainkan 45 menit pertama setelah sekian lama. Sekarang dia harus pulih. Kami akan kembali latihan besok pagi dan bersiap menghadapi Newcastle. St James' Park akan selalu menjadi laga berat," jelasnya.

Kemenangan atas Como menjadi penutup pramusim Liverpool sebelum menghadapi Newcastle di laga perdana Premier League pekan depan. Hasil ini juga menghentikan tren buruk setelah dua kekalahan beruntun dari Leeds United dan AS Monaco. Pelatih Andoni Iraola sebelumnya mengakui para pemain kesulitan menjaga kebugaran selama 90 menit, dan Van Dijk merasa timnya sudah menunjukkan peningkatan.

"Yang saya lihat, tidak ada tim di dunia yang bisa bermain dengan intensitas penuh selama 90 menit. Pasti ada momen di mana kami lelah. Tugas kami adalah tetap kompak dan menemukan momen tepat untuk menekan lagi. Saya pikir kami melakukannya lebih baik daripada laga sebelumnya," kata pemain yang juga kapten timnas Belanda ini. "Semua orang ingin menekan dan menjaga intensitas, tapi ini permainan tim. Jika dilakukan di waktu yang tepat, kami tidak perlu berlari terlalu banyak. Ini proses yang sedang kami kerjakan."

Ekspresi puas juga terlihat dari Van Dijk karena Liverpool tidak mengulangi kesalahan saat melawan Monaco, di mana mereka membuang keunggulan 2-0. "Saat dua laga sebelumnya kami unggul 2-0 dan kebobolan, itu tidak boleh terjadi lagi. Saya senang kami tampil lebih baik di laga ini," pungkasnya.

Dengan kemenangan ini, Liverpool menutup pramusim dengan modal positif. Perhatian kini tertuju pada laga pembuka melawan Newcastle di St James' Park, di mana Van Dijk dan rekan-rekannya akan diuji sejauh mana kesiapan mereka untuk musim 2026/2027.