Pukulan telak harus diterima oleh pembalap muda berbakat asal Indonesia, Veda Ega Pratama, jelang bergulirnya rangkaian seri Moto3 Australia 2026 di Sirkuit Phillip Island akhir pekan ini. Di tengah persiapan matang untuk mendulang hasil positif, posisi di klasemen sementara justru mengalami kemunduran akibat keputusan di luar lintasan balap yang mengubah peta persaingan secara drastis.
Badai yang menghantam garasi Veda Ega ini berakar dari drama panjang sanksi mesin ilegal yang menimpa pembalap Leopard Racing, Adrian Fernandez, pada awal bulan Juni lalu. Saat itu, FIM MotoGP Steward menjatuhkan hukuman berat berupa diskualifikasi dari enam balapan awal karena segel mesin Honda dinilai tidak sesuai prosedur standar, membuat poin Fernandez terpangkas hebat dari 90 angka menjadi hanya tersisa 13 angka saja di papan klasemen.
Tidak tinggal diam, tim Leopard langsung melayangkan banding hingga tingkat lanjut ke Pengadilan Banding Internasional FIM untuk membuktikan bahwa tidak pernah ada modifikasi atau pembukaan mesin secara sengaja. Setelah proses panjang memakan waktu hingga empat bulan, lembaga hukum tertinggi balap motor dunia tersebut akhirnya resmi mengabulkan banding dan memulihkan seluruh poin Adrian Fernandez pada 16 Oktober lalu.
Konsekuensi dari dipulikannya poin Fernandez membuat posisinya melesat tajam ke peringkat kelima dengan raihan 148 angka, yang secara otomatis memicu efek domino bagi pembalap lain di sekitarnya. Perubahan kalkulasi poin secara masif ini langsung berdampak langsung pada posisi Veda Ega yang harus rela mengalami pengurangan poin dari 115 menjadi 111 angka.
Tak hanya jumlah poin yang menyusut, posisi pembalap andalan Honda Team Asia tersebut di tangga klasemen sementara juga mau tidak mau harus merosot satu tingkat dari posisi ketujuh turun ke peringkat delapan. Situasi pelik ini tentu menjadi ujian mental tersendiri bagi Veda Ega untuk segera bangkit dan membalasnya di atas lintasan Phillip Island akhir pekan nanti.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang