Kepindahan Youssouf Fofana dari AC Milan pada bursa transfer musim panas lalu rupanya menyisakan sedikit cerita di benak sang gelandang. Dilansir dari Football Italia, pemain asal Prancis itu merasa bahwa situasi peliknya bisa diselesaikan dengan cara yang jauh lebih baik oleh manajemen klub raksasa Serie A tersebut.
Badai perubahan menghantam San Siro menyusul kedatangan pelatih anyar Ruben Amorim di awal musim 2026-2027. Di bawah arahan juru taktik baru itu, Fofana mendapati namanya masuk dalam daftar pemain yang harus tersingkir karena tidak masuk dalam skema taktik utama, bersama beberapa rekan setim lainnya.
Menjelang penutupan jendela transfer, keputusan peminjaman tanpa opsi pembelian akhirnya diambil untuk menyelamatkan kariernya, di mana klub La Liga Sevilla bersedia menampungnya. Klub asal Spanyol tersebut dikabarkan hanya menanggung beban gaji sekitar 8 persen dari total pendapatan sang pemain selama masa bakti peminjaman.
Dalam wawancaranya bersama media Spanyol El Pais, Fofana mengenang kembali detik-detik krusial kepindahannya yang terjadi dalam tempo sangat cepat. Ia mengaku tidak punya banyak waktu untuk berpikir, namun keyakinan besar yang ditunjukkan oleh kubu Sevilla menjadi faktor penentu utama keputusannya hengkang.
Meski menyimpan sedikit kekecewaan terkait metode penanganan kepergiannya, mantan penggawa lini tengah Rossoneri itu menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak menaruh dendam. Hubungan profesional tetap terjaga dengan baik karena kedua belah pihak kini telah mendapatkan situasi ideal yang mereka inginkan di awal musim ini.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang