Presiden Como, Mirwan Suwarso, bersama sejumlah direktur klub memutuskan memberikan kursi mereka untuk para pendukung senior pada laga bersejarah melawan RB Leipzig di Liga Champions, Kamis (20:00 BST) dini hari WIB. Keputusan ini diambil setelah kapasitas Stadio Giuseppe Sinigaglia berkurang karena regulasi UEFA.

Como, yang musim lalu finis keempat di Serie A di bawah arahan Cesc Fabregas, akhirnya tampil di kompetisi antarklub tertinggi Eropa untuk pertama kalinya dalam 119 tahun sejarah klub. Namun, tingginya animo suporter membuat tiket laga debut ini ludes terjual dalam waktu singkat.

Stadion kebanggaan Como yang berada di tepi Danau Como itu hanya berkapasitas sekitar 12.000 penonton. Jumlah itu bahkan berkurang 1.000 lagi akibat persyaratan penyiaran dan operasional UEFA. Alhasil, para eksekutif klub memilih memberi contoh dengan mengorbankan hak mereka.

Melalui unggahan Instagram-nya, Suwarso menuliskan bahwa dirinya dan beberapa eksekutif klub memutuskan untuk menyerahkan kursi mereka. "Kami ingin kursi tersebut dialokasikan untuk pendukung yang telah menunggu paling lama—fans kelahiran 1950 atau sebelumnya, yang telah mengikuti Como di setiap divisi dan setiap era," tulis Suwarso.

"Kami akan merasa terhormat untuk memberikan kursi kami untuk mereka," lanjut pria yang telah menjadi presiden Como sejak 2019 tersebut. Langkah ini pun menuai pujian luas dari para penggemar karena dianggap sebagai bentuk penghormatan terhadap loyalitas suporter senior.

Perjalanan Como menuju panggung elite Eropa memang luar biasa. Setelah dua kali bangkrut dalam dua dekade terakhir, mereka harus menunggu 21 tahun untuk kembali ke Serie A pada 2024, sebelum akhirnya menembus empat besar di musim kedua dan merebut tiket Liga Champions.

Setelah menjamu Leipzig, Como akan menghadapi Feyenoord, Manchester United, Lens, AEK Athens, Real Betis, Paris St-Germain, dan Barcelona di kampanye perdana mereka di kompetisi ini.