Mantan petinju dunia Matthew Hatton dengan tegas menyarankan bintang tinju asal Meksiko agar segera menggantung sarung tinju setelah perjalanan karier yang luar biasa panjang di level tertinggi. Dilansir dari Sky Sports, Hatton yang pernah merasakan langsung ketangguhan sang superstar pada tahun 2011 menilai bahwa sang juara sudah memberikan segalanya untuk olahraga ini dan tidak perlu lagi memaksakan diri di atas ring.

Pria yang merupakan saudara dari legenda tinju Inggris Ricky Hatton tersebut mengenang bagaimana dirinya harus menghadapi lawan muda yang penuh talenta luar biasa dalam perebutan gelar juara dunia pertama. Dalam siniar Toe2Toe, Hatton mengakui kecerdasan bertarung dan pemilihan pukulan yang sangat matang dari sang lawan saat usianya masih sangat muda. Rekor pertarungan di level atas yang begitu masif membuat status sebagai legenda modern sudah berada di tangan tanpa harus dibuktikan lagi lewat laga-laga berisiko tinggi.

Meski demikian, agenda besar tetap menanti di depan mata ketika Canelo Alvarez bersiap menghadapi ujian berat melawan Christian Mbilli demi memperebutkan sabuk juara dunia kelas menengah super WBC di Riyadh. Pertarungan akhir pekan ini tetap dilangsungkan di Arab Saudi di tengah situasi keamanan regional yang sempat memanas akibat eskalasi konflik serta ancaman serangan di sekitar bandara internasional yang membuat sejumlah ajang olahraga lain harus ditunda.

Di satu sisi, Hatton meyakini bahwa kualitas yang dimiliki masih cukup untuk mengatasi perlawanan Mbilli dalam duel akhir pekan nanti. Namun, ia juga memberikan peringatan keras bahwa kekalahan dari petinju penantang tersebut akan sedikit menodai catatan emas sejarah karier luar biasa yang sudah dibangun bertahun-tahun lamanya di kancah tinju internasional.

Tekad kuat dari sang petinju sendiri seakan tidak terbendung meskipun bayang-bayang risiko keamanan dan ancaman kekalahan terus menghantui persiapan menuju malam pertarungan akbar di jazirah Arab. Keinginan besar untuk terus aktif bertarung dan meraih ambisi tertingginya di atas ring menjadi bahan bakar utama bagi sang bintang untuk mengabaikan saran pensiun yang datang dari para mantan rivalnya.