Bukan siapa-siapa yang membayangkan bahwa kepulangan Ainsley Maitland-Niles ke Premier League akan berjalan semulus ini. Pemain berusia 29 tahun itu baru 20 menit berada di lapangan sebelum akhirnya menjadi pusat euforia suporter Everton di Hill Dickinson Stadium, Minggu (6/9/2026). Gol spektakulernya memaksa Manchester United berbagai angka 2-2, sekaligus menjadi pemain Everton pertama dalam delapan tahun terakhir yang mencetak gol pada debutnya.

Maitland-Niles, yang direkrut dari Lyon di hari terakhir bursa transfer, mengaku energi positif langsung menyambutnya di Merseyside. "Sejak hari pertama, Anda bisa merasakan energi, perjuangan, dan semangat di dalam tim," ujarnya kepada BBC Match of the Day. "Itu menular dan akan selalu begitu saat bermain untuk Everton." Padahal, delapan hari sebelumnya ia hanya menjadi pemain cadangan yang tidak dimainkan dalam laga Lyon melawan Le Havre di Ligue 1. Kini, setelah empat musim di Prancis, ia telah menorehkan tinta emas di awal petualangan barunya.

Perjalanan Panjang Menuju Merseyside

Kedatangan Maitland-Niles sempat menuai kebingungan di kalangan suporter. Kariernya memang nomaden sejak debut profesional bersama Arsenal di Liga Champions melawan Galatasaray pada 2014. Ia sempat dipinjamkan ke Ipswich, West Brom, Roma, dan Southampton sebelum akhirnya hengkang dari klub masa kecilnya pada 2023. Di Lyon, ia berharap dapat memantapkan posisi utamanya, tetapi meski tampil hampir 100 kali di Ligue 1, ia belum mampu menjadi sosok kunci. Setelah pensiunnya Seamus Coleman akhir musim lalu, Everton memang berjanji mencari pengganti yang tepat. Namun, ketika mereka akhirnya menjatuhkan pilihan pada Maitland-Niles, banyak yang menganggap ini bukan sebuah kudeta besar. Pandangan itu tentu mulai bergeser setelah gol pertamanya di Premier League dalam hampir tujuh tahun terakhir.

Manajer Everton, David Moyes, mengakui timnya masih belum banyak tahu tentang pemain barunya itu. "Perasaan utama kami adalah kami tidak tahu banyak tentang dia sejak mendapatkannya," ujar Moyes. "Itu gol yang brilian dan penyelesaian yang hebat. Ini awal yang bagus untuknya dan akan membantunya beradaptasi."

Everton Kekurangan Pemain Depan?

Hasil imbang hari Minggu itu menjadi penutup pekan yang melelahkan bagi Everton. Semuanya bermula saat laga melawan Bournemouth, ketika kabar penjualan Harrison Armstrong ke Nottingham Forest memicu kemarahan suporter. Dewan direksi yang dipimpin Dan Friedkin akhirnya membatalkan transfer pemain muda tersebut. Namun, keputusan itu memaksa Everton mencari dana dari tempat lain sebelum tenggat waktu. Alhasil, Iliman N'Diaye dijual ke Manchester City dengan nilai mencapai £65 juta (sekitar Rp1,3 Triliun), disusul kepergian Beto dan Nathan Patterson. Kegagalan mendatangkan Folarin Balogun dari Monaco membuat Moyes hanya memiliki 18 pemain outfield senior hingga Januari. Kekurangan ini diperkirakan akan terasa di lini depan, dengan Everton kini mengandalkan ketajaman Thierno Barry yang tidak konsisten.

Barry, yang menjadi top skor Everton musim ini, menghabiskan sebagian besar laga melawan United di luar permainan. Ia sempat menyundul bola di atas gawang dari umpan Merlin Rohl menjelang akhir babak pertama, menambah catatan peluang emas yang gagal menjadi empat di Premier League musim ini. "Itu penampilan yang sudah biasa dilihat penggemar Everton dari Barry—frustrasi," ujar Wayne Rooney kepada BBC Sport. "Ketika dia punya waktu menguasai bola, dia bisa frustrasi dan sedikit ceroboh. Dia punya satu peluang dan mungkin bisa berbuat lebih baik."

Namun, di tengah kritik terhadap lini depan, ada secercah harapan dari dua pemain anyar. Tyrique George, yang 20 tahun, mencetak gol pertamanya untuk Everton dengan tembakan keras yang menaklukkan Senne Lammens. "Dia pemain muda. Hari ini dia menjadi masalah bagi lawan di beberapa momen," puji Moyes. "Penyelesaiannya sangat bagus saat kami membutuhkannya. Dia akan terus berkembang." Setelah seminggu dipenuhi perbincangan tentang apa yang tidak dilakukan Everton di bursa transfer, justru dua pemain barulah yang menjaga rekor tak terkalahkan mereka di awal musim.